Dan agar program berkelanjutan, IStRI menggandeng institusi medis dan akademik. Dalam jangka panjang dr. Adit berharap terapi ini bisa diintegrasikan ke dalam sistem pelayanan kesehatan Nasional dan ditanggung asuransi/JKN/BPJS.
Di akhir wawancara, dr. Adit berpesan, “Untuk para penyintas stroke, jangan kehilangan harapan. Ilmu pengetahuan terus berkembang. Kini ada teknologi baru yang bisa membantu kalian pulih lebih baik dan lebih cepat. Kalian tidak sendiriam. Kami di sini untuk mendampingi setiap langkah”, tutup dr. Adit dengan nada optimis dan penuh harapan.
Demikian penjelasan dr. Adit kepada Ketua Umum PJI (Organisasi wartawan ‘Persatuan Jurnalis Indonesia’), Hartanto Boechori yang juga Penasehat RAHO Club.
Baca Juga :Dinsos Tulungagung Reunifikasi ODGJ Asal Kabupaten Jombang
Secara singkat Sejarah lahirnya teknik nano bubble, pionir/penemu/pemrakarsa, sekaligus yang mengembangkan awal penelitian gelembung nano ini, Guru Besar Universitas Brawijaya, Prof. Sutiman Bambang Sumitro, SU., D.Sc. dan kawan kawan. Pola kerja nanobubble, molekul gas dipecah menjadi partikel Nano (seperseribu kali dari mikrometer).
Selanjutnya diinfuskan ke tubuh manusia. Dan karena molekulnya berukuran Nano, maka bisa menembus celah celah pembuluh darah terkecil sekalipun dan bahkan dapat menembus serta mengikis pembuntuan dalam pembuluh darah.
Untuk kepentingan uji klinis dan penelitian, butuh biaya besar. Maka dibentuklah RAHO Club. Saat ini sudah beranggotakan sekitar 15 ribu orang dari berbagai kalangan; pengusaha, Petinggi dan anggota BIN, TNI/Perwira tinggi TNI, Polri/Perwira Tinggi Polri, Anggota DPR RI, jurnalis, masyarakat umum dan bahkan dokter/dokter spesialis serta interpreneur dari luar negeri, menjadi anggota RAHO Club dan melakukan infus terapi gelembung Nano secara periodik.
Ketua RAHO Club, Kan Eddy, basicnya pengusaha property. Kan Eddy sendiri terpanggil membesarkan terapi gelembung nano RAHO Club, berawal dari pengalamannya sendiri, tersembuhkan dari stroke yang telah dialaminya selama 1,5 bulan, hanya dengan 3 kali infus gelembung nano.
Baca Juga :Retreat di Akmil Magelang, Mas Dhito Ceritakan Kenangan Masa Kecil Bersama Ayahnya
Prinsipnya, RAHO Club yang menyediakan naracoba dan seluruh pembiayaan penelitian yang dilakukan oleh puluhan Professor/Doktor/dokter/ peneliti Unibra dibawah IMI. IMI adalah Tim Peneliti yang pendirinya beberapa guru besar Universitas Brawijaya, khususnya penelitian teknologi gelembung nano sebagai ‘senjata pendobrak’ berbagai akar penyakit degenerative seperti stroke, penyakit jantung koroner, kanker dan lain lain.
Reporter : Agung

