Gresik, RadarTimur.Net  – Pemberitaan mengenai PT Krisna Cakra Cyrilla (KCC) perusahaan tambang yang dikabarkan mencaplok lahan tambang milik PT Manggala Bumi Putra (MBP), mendapat perhatian dari Deden selaku pemerhati masalah pertambangan.

Deden yang juga mantan Manajer Operasional KCC, sangat menyayangkan pemberitaan tersebut yang dinilainya kurang fair dan sama sekali tidak balance.

“Saya juga pernah jadi wartawan, tetapi melihat berita-berita terkait KCC saya jadi prihatin. Kenapa teman-teman tidak melakukan investigasi lebih dulu, tidak cover booth side sebelumnya,” ujar Deden

Pasalnya, pemberitaan yang tidak seimbang bahkan terkesan tendensius, secara bisnis sangat merugikan KCC sebagai perusahaan yang taat aturan dan patuh terhadap perundang-undangan yang berlaku.

“Persoalan tambang memang selalu menjadi isu yang menarik, tetapi lebih hebat lagi bila pemberitaannya disertai data yang valid, tahu letaknya melalui titik koordinat, kalau perlu melalui Foto Poligon, konfirmasi dengan pihak pihak yang berkepentingan dan tidak membelok-belokan peristiwa yang sebenarnya,’ kata Deden.

Deden mengaku tahu persis dan sangat yakin, bahwa KCC tidak seperti yang diberitakan selama ini. Sebab, dirinya pernah menjadi manajer di KCC dan terlibat dalam proses perizinan.

Diungkapkan, dirinya terlibat saat KCC mengurus izin sejak tahun 2015 – 2020. Pada tahun 2017, terbitlah rekomendasi Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *