Pasalnya tanah yang fungsi utama sebagai penopang akses jalan rentan terhadap pengikisan. Tanpa adanya tembok penahan tanah dikhawatirkan lambat laun tanah akan terkikis yang berdampak erosi.

” Maklum tekstur pegunungan tanahnya tidak rata, rentan erosi di musim penghujan. Makanya TPT ini merupakan cara untuk menangkalnya.” Ucapnya lagi.

Sementara Suwarno selaku Kepala Desa menjelaskan bahwa pembangunan proyek tersebut merupakan realisasi dari anggaran BK Sarpras 2023.

Proyek yang mempunyai anggaran 100 juta itu meliputi volume 1x105m & 1x81m.

” Kita juga melibatkan tenaga teknis yang telah teruji, agar proyek ini dapat terlaksana dengan baik.” Tutur Kades.

Ia juga menambahkan pada tahun ini selain TPT di lokasi yang sama akan dibangun pula untuk akses jalannya. Hal itu memang sudah menjadi prioritas dimana akses jalan merupakan kebutuhan yang vital pula bagi warga.

” Ketika jalan sudah dalam kondisi yang baik, maka warga akan mudah menjangkau tujuannya.” Ucap Kades.

Ia juga berharap untuk proyek yang telah terealisasi sedikit banyak masyarakat dapat merasakan langsung segi manfaatnya. (Adv/ bw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *