Kunjungan Dirjen Vokasi, Wikan Sakarinto pada kegiatan Pameran Sekolah Pencetak Wirausaha (SPW) yang menampilkan usaha ikan hias Andika di Sawangan Depok pada bulan Desember 2021.

“Dari kegiatan inilah siswa secara pelan tapi pasti kita arahkan untuk berproses belajar membangun mindset menciptakan lapangan kerja, tidak lagi mencari kerja. Sehingga ketika lulus nanti jika mereka tidak kuliah atau tidak diterima sebagai karyawan pada suatu perusahaan mereka sudah punya ilmunya bagaimana cara mencari uang dan sudah terlatih,” tutur Kasmi, S.Pd selaku ketua panitia Young Entrepreneur Contest.

Arik menambahkan, bahwa secara rinci kegiatan ini mempunyai beberapa tujuan, antara lain; memberi bekal  dan membentuk jiwa wirausaha siswa dengan pendidikan  wirausaha disekolah, menjadikan siswa mampu  menciptakan peluang usaha bermental entrepreneur, menciptakan wirausahawan muda start up yang terukur yang perekrutannya melalui  proses seleksi, mengurangi angka pengangguran, menciptakan lapangan kerja  bukan  mencari kerja ( menciptakan kartu biru, bukan  kartu kuning) dan memaksimalkan dan mengakomodir perkembangan bibit-bibit wirausaha muda disekolah yang sudah mulai tumbuh sejak dini.

Pembukaan kegiatan Young Entrepreneur Contest (YEC) SMKN1 Boyolangu Tulungagung.

Kegiatan yang berlangsung selama 3 bulan per 2 semester ini diawali dengan kegiatan whorkshop dengan mendatangkan praktisi dari Universitas Ciputra Surabaya dan Ketua IKM Propinsi Jawa Timur. Kedua narasumber tersebut merupakan praktisi yang ahli dibidang entrepreneur. “Dengan harapan pengalaman dan ilmu-ilmu dari para praktisi tersebut dapat ditularkan kepada siswa karena dibuku tidak ada, ilmunya up to date, dan memberikan motivasi kepada peserta YEC bagaimana menjadi seorang entrepreneur yang tangguh dan bisa besaing pada jaman sekarang,” tandas bu Arik disela-sela kegiatan.

Disamping itu,  secara terkonsep program ini juga menyajikan berbagai kegiatan dan materi yang sangat mendukung terbentuknya jiwa entrepreneur siswa, antara lain: mendatangkan praktisi usaha, membentuk kelas usaha, memberikan pelatihan entrepreneur, mengadakan lomba entrepreneur dan kunjungan ke tempat UMKM. Dipilihnya Bisnis Model Canvas karena model bisnis ini sangat cocok untuk start up atau pemula.

Sedangkan salah satu pemenang dalam lomba  YEC periode pertama adalah Andika Pratama. Melalui usaha ikan hiasnya mampu mendapatkan penghasilaan Rp 30.000.000,- perbulan. Menggunakan media sosial dalam setiap transaski dan promosi sehingga kegiatannya lancar dan meraih juara 1. Dari sinilah Andika bisa mengikuti pameran Sekolah Pencetak Wirausaha  (SPW) yang diadakan oleh SEAMEO dengan Direktorat SMK Kemendikbud Ristek di Sawangan dan menjadi salah satu narasumber pada acara workshop pada kegiatan pameran tersebut bersama start up bisnis dari bandung Desember tahun 2021 lalu.

“Ini adalah suatu kebanggaan dan penghargaan kepada sekolah kita bahwa program Young Entrepreneur ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para siswa sebagai ajang kompetisi yang sangat sesuai dengan SMK/ Vokasi,” tutur ibu Arik mengakhiri pertemuan. (humas smkn1 Boyolangu).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *