Tulungagung, Radar Timur.Net
Untukmenumbuhkan jiwa wirausaha siswa, SMKN 1 Boyolangu telah meluncurkan program yang terkait dengan dunia usaha, yaitu YOUNG ENTREPRENEUR CONTEST (YEC). Program yang dirintis 1 tahun yang lalu ini dilaksanakan setiap tahun sekali. Diikuti oleh siswa yang punya usaha dan berminat menjadi pengusaha. Melalui program ini, Arik Eko Lestari, S.Pd, M.Pd selaku Kepala Sekolah mengimbau kepada seluruh warga sekolah untuk bersama-sama mensukseskan kegiatan ini, karena SMKN1 Boyolangu merupakan sekolah pusat keunggulan.

“Program ini merupakan implementasi dari salah satu tujuan SMK Center Of Excellence (COE) yang sekarang berubah menjadi SMK PK (Pusat Keunggulan). Artinya selain sekolah bekerjasama dengan DUDI dalam menyalurkan lulusannya, program ini bisa menjadi solusi bagi alumni yang tidak terserap kedunia kerja. Pembekalan dan pendampingan oleh sekolah dibidang entrepreneur sangat membantu dalam mengarahkan proses pembelajarannya menjadi 3 hal terhadap alumninya, yaitu setelah lulus siswa diharapkan bisa BMW. B (Bekerja), M (Melanjutkan Kuliah), W (Wirausaha). W yang terakhir inilah yang diharapkan bisa menjadi solusi mengurangi angka pengangguran. Karena jelas tidak semua alumni bisa terserap kedunia kerja dan industri.” tutur Arik panggilan akrabnya dalam sambutannya ketika membuka acara YEC di aula didepan 65 peserta YEC dan para juri pada awal Februari 2022 lalu.
Ditegaskan pula bahwa, implementasi program ini dilandasi oleh Inpres No. 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK. Dimana didalam Inpres ini juga mengerucut kepada pengembangan sekolah yang menjurus kepada entrepreneur atau sekolah pencetak wirausaha. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mencapai target revitalisasi SMK. Kedapan lulusan SMK tidak lagi harus selalu mencari pekerjaan tetapi diharapkan bia menciptakan pekerjan senidiri.
Arik Kepala Sekolah SMKN 1 Boyolangu menambahkan, Program YEC ini bisa dikatakan sebagai puncak dari pembelajaran PKK atau Kewirausahaan disekolah dengan waktu pertemuan tatap muka paling banyak yaitu 8 jam per minggu. Diharapkan siswa benar-benar menguasai kompetensi dibidangnya masing-masing dan nantinya tidak tergantung kepada mindset mencari pekerjaan saja, bahkan kalau bisa malah bisa menciptakan pekerjaan. tuturnya.

Baik pada periode pertama maupun kedua pelaksanaan YEC disambut antusias oleh siswa. Banyak pengalaman berharga yang didapat karena mereka sudah melakukan kegiatan wirausaha secara mandiri. Dari kegiatan tersebut siswa mendapat pengalaman belajar bagaimana membangun sebuah tim, bagaimana belajar menjalin kerjasama dengan orang lain, membangun kesepakatan, memupuk mental wirausaha, belajar menentukan harga pokok produksi dan harga pokok penjualan, mengenal dunia digital marketing, legalitas usaha sampai membuat bisnis plan.

