Apel pembukaan digelar di halaman Mapolres Gresik dan dipimpin langsung oleh Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu. Hadir pula para pejabat utama, Kapolsek jajaran, perwira, bintara, ASN, serta personel pendukung lainnya.

Momen pembukaan ditandai dengan penyematan pita latihan kerja kepada perwakilan siswa sebagai simbol dimulainya tahap akhir pendidikan.
Dalam amanatnya, AKBP Rovan menegaskan bahwa Latja merupakan fase penting sebelum para siswa resmi dilantik menjadi anggota Polri.
“Latihan kerja ini adalah bagian dari rangkaian program pendidikan Polri Tahun Anggaran 2025, sekaligus menjadi tahap pembulatan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama pendidikan,” ujarnya.
Selama kegiatan, para siswa akan diterjunkan langsung ke lapangan untuk mempraktikkan berbagai fungsi teknis kepolisian, seperti Reskrim, Intelkam, Binmas, Samapta, dan Lalu Lintas.
Melalui pengalaman tersebut, mereka diharapkan semakin siap menjadi anggota Polri yang profesional, humanis, dan berlandaskan semangat PRESISI — Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan.
Kapolres juga menekankan pentingnya disiplin, tanggung jawab, dan semangat belajar dalam setiap penugasan.
“Jalani latihan dengan sungguh-sungguh, bersikap kritis, dan selalu patuhi aturan serta SOP yang berlaku,” pesannya.
Kepada para mentor dan pendamping, Kapolres meminta agar memberikan bimbingan dan pengawasan maksimal, sekaligus menjadi teladan bagi para siswa.
Di akhir amanatnya, AKBP Rovan secara resmi membuka kegiatan Latja.
