Kan Eddy, Ketua Raho Club, turut memberikan kesaksian yang menggugah:
“Awalnya saya hanya coba coba. Tapi saya dan banyak anggota Raho Club yang menderita penyakit berat seperti stroke, jantung, kanker, hingga ginjal kronis mencoba infus nanobubbles, membuktikan sendiri. Hasilnya benar-benar mencengangkan, dalam hitungan hari kondisi mereka membaik bahkan pulih drastis”.
“Ini bukan sekadar terapi, tapi harapan baru. Saya bersyukur Indonesia punya ilmuwan hebat seperti Prof. Sutiman dan kawan kawan yang mengembangkan ini sendiri, bukan produk impor. Raho Club sepenuhnya mendukung penelituan terapi nanobubbles ini agar bisa menjangkau lebih banyak orang, terutama rakyat kecil yang selama ini hanya bisa pasrah menghadapi penyakit serius”, kesaksian Penasehat Departemen Pusat Usaha Pers PJI (Persatuan Jurnalis Indonesia) itu.
Hartanto Boechori, Penasehat Raho Club mengapresiasi tinggi teknologi ini:
“Saya melihat terapi nanobubbles sebagai teknologi harapan rakyat. Ini bukan hanya sains canggih, tetapi juga solusi nyata yang murah, aman, dan efektif. Indonesia perlu mendukung dan mempercepat riset-riset seperti ini. Saya berharap kuat, ke depan terapi nanobubbles ini bisa ditanggung BPJS”, ujar Tokoh Pers Nasional Ketua Umum PJI itu.
21 Juni 2025 lalu, terapi infus nanobubbles diperkenalkan ke publik ilmiah bertema ‘Inaugurasi ke-30 Berkala Penelitian Hayati’ yang digelar di Whiz Prime Hotel, Malang. Acara dihadiri para akademisi, peneliti dan inovator dari berbagai institusi.
Dr. Aditya Tri Hernowo, Ph.D, menyampaikan paparan ilmiah tentang mekanisme kerja nanobubbles. Prof. Dr. Bambang Irawan dan Irfan Mustafa, Ph.D, pendiri dan pengelola jurnal Berkala Penelitian Hayati, juga menyampaikan harapan agar ilmu pengetahuan terus bergerak melintasi batas laboratorium dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
reporter : Agung
