
Anang Siswandoko menyadari langkah itu kerap dikritik pemkab. Misalnya, ia dan teman-temannya dinilai terlalu kritis dan suara minor lainnya.
“Tetapi yang perlu diingat, kita melakukan semua itu demi kebaikan. Agar proyek tidak digarap serampang dan berjalan dengan baik serta sesuai yang direncanakan,” tandas Anang Siswandoko.
Anggota Komisi C DPRD Sidoarjo M. Nizar mengatakan dukungan terhadap pembangunan jalan dan jembatan. “Sudah saatnya rakyat merasakan dampak positif pembangunan. Jalan yang baik dan jembatan yang baik pula. Anggaran ada kok untuk itu,” ujar politisi Golkar.
Nizar menambahkan, dengan jalan yang baik dan jembatan yang baik pula, maka rakyat bisa beraktivitas dengan baik puls. Otomatis ini juga mendongkrak perekonomian mereka. Berbeda ketika rakyat dipusingkan jalan dan jembatan yang rusak atau tidak ada sama sekali. “Kita pasti mendukung pembangunan yang berdampak positif buat rakyat,” tegas Bambang Riyoko.
Sementara itu, Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali mengatakan pembangunan jembatan penghubung Desa Klurak dan Desa Balongdowo ini akan rampung November 2023.
“Kami targetkan pembangunan jembatan Kali Klurak ini selesai November 2023, agar segera dinikmati oleh masyarakat setempat yang telah menantikan adanya jembatan yang layak,” ucapnya.
Ia menambahkan melihat tingkat urgensi jembatan ini, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memutuskan mempercepat pengerjaan 3 minggu dari sebelumnya yaitu pada Desember 2023.
“Sebelumnya kami targetkan Desember 2023, tetapi karena jembatan ini merupakan jembatan yg vital dengan tingginya aksesibilitas dan mobilitas masyarakat yang melewati jembatan ini, maka kami percepat,” tambahnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo, Dwi Eko Saptono mengatakan jembatan dengan panjang 28 meter dan lebar 2,5 meter ini tak ada kendala yang berarti selama proses pengerjaannya.
“Selama ini tidak ada kendala apapun dalam pengerjaannya, semoga jembatan ini rampung November 2023,” tegasnya. (Haris)
