Berdasarkan persoalan yang didapatkan bahwa kemiskinan ekstrem pada tahun 2022 Kabupaten Ngawi masih dialami oleh 12,3 ribu jiwa atau sekitar 4 ribuan KK. Kemudian, angka stunting di Kabupaten Ngawi berdasarkan SSGI pada tahun 2022 prevalensi stunting masih sebesar 28,5 persen. Berbagai inovasi telah dilakukan oleh Kabupaten Ngawi salah satunya di Desa Jogorogo untuk pemenuhan gizi terhadap ibu dan bayi guna mencegah stunting. Langkah yang dilakukan lebih dini lagi disini adalah dengan program pertemuan kelas ibu hamil. Program yang juga melibatkan petugas kesehatan dari Puskesmas setempat itu dilaksanakan dengan menyasar pada bumil resti.Seperti apa yang dipaparkan oleh Nur Ekawati,SE selaku Kepala Desa Jogorogo pada RadarTimur.net pihak Pemerintahan Desanya memang sengaja mengalokasikan anggaran Dana Desa untuk program yang satu itu. ” Kita memang sengaja membuat pertemuan kelas ibu hamil selama tiga hari dengan tujuan dapat membantu mencegah stunting lebih dini sebelum menyentuh pada pemenuhan gizi pada ibu dan anak.” Katanya.

Dengan pelaksanaan kelas bumil tersebut di Desa Jogorogo masih penuturan Kades pula dikatakan, kegiatan tersebut menindaklanjuti pula sesuai dengan program Kementerian Desa, yaitu Sustainable Development Goals (SDGs) Desa.

“Jadi targetnya memang kita pengin mewujudkan desa tanpa stunting,” imbuhnya.Dalam kegiatan kelas bumil yang diadakan tampak beberapa ibu hamil yang mengikuti merasa senang dengan antusias tinggi. Mereka juga mendapatkan bingkisan dari pemdes Jogorogo yang berisikan beberapa kebutuhan yang dibutuhkan oleh bumil itu sendiri. ” Itu hanya sekedar bingkisan kog, namun semoga bermanfaat bagi bumil yang mengikuti kegiatan tersebut. ” pungkas Kades. (bw/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *