Mas Dhito saat kunjungan di SMA Negeri Bali Mandala

Pihaknya bahkan sempat melihat secara langsung siswa di sekolah yang berada di Kabupaten Buleleng tersebut berjualan kaus. Menurutnya, hal tersebut menarik untuk diterapkan.

“Jadi dalam satu sekolah, yang mana boarding school atau (sekolah) asrama, tapi suatu perputaran sehari-hari itu real sudah tergambarkan di sini,” terang Mas Dhito.

Kunjungan Mas Dhito ke Bali ini merupakan tindak lanjut diskusinya bersama Putera Sampoerna Foundation (PSF). Dalam pertemuan sebelumnya bersama PSF dibahas bagaimana upaya yang akan dilakukan untuk meningkatkan SDM Guru di Bumi Panjalu.

Sementara itu, Kepala SMAN Bali Mandara, Ni Made Sri Narawati menerangkan, sekolah yang diperuntukkan bagi anak kurang mampu tersebut berdiri pada 2011  kerjasama antara Pemerintah Provinsi Bali dan PSF. Perkembangannya, pada 2022 sekolah ini berganti status menjadi sekolah reguler.

Dalam rekruitmen siswa, sekolah tersebut juga melakukan berbagai serangkaian tes. Salah satunya pihak sekolah juga melakukan home visit terhadap calon siswa.

“Kami semua guru dan pegawai terjun ke lapangan untuk meninjau kondisi anak-anak yang akan menjadi calon peserta didik di SMAN Bali Mandara,” terangnya. (Kominfokabkediri/har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *