Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri, Anang Widodo dalam kegiatan ini menyampaikan bahwa dalam program ini, pihaknya akan mencari dua petani milenial sebagai operator Drone.

Operator drone, meraka para petani milenial akan mengikuti seleksi yang ketat dan untuk yang lolos pihaknya akan melakukan kontrak kerja dengan hasana drone selama 1 tahun. Dimana nantinya tiap operator diberikan target penyemprotan 2000 Haktare Lahan..

“Setiap bulannya, operator tersebut akan diberikan gaji dan begitu target telah tercapai, drone akan menjadi milik yang bersangkutan,” ungkap Anang Widodo.

Lebih lanjut, Anang Widodo menjelaskan bahwa bagi petani yang akan menggunakan jasa penyemprotan menggunakan drone dikenakan biaya Rp175 ribu untuk luas lahan 1 hektare. Biaya itu dinilai jauh lebih murah dibandingkan penyemprotan secara manual menggunakan tangki.

Dimana penyemprotan menggunakan drone jauh lebih cepat karena setiap 1 hektare lahan hanya membutuhkan waktu 10 menit. Selain efisien dari waktu dan biaya, penyemprotan menggunakan drone itu dinilai efektif dalam pengendalian hama.

“Menggunakan drone ini bisa digunakan gerakan pengendalian hama serentak, karena lahan yang bisa terjangkau lebih luas,” tandasnya. (Har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *