Tak hanya itu, Bupati Ikfina menyebut, sebagian wilayah Kabupaten Mojokerto memiliki hutan-hutan yang kini difungsikan sebagai kegiatan ekonomi masyarakat. Hal tersebut pun memerlukan standar keamanan yang perlu diperhitungkan.

“Di sisi yang lain, di beberapa daerah seperti di Gondang, kita punya wilayah hutan, yang digarap petani-petani masyarakat Mojokerto. Ketika ada manusia yang masuk ke hutan, maka kemungkinan terjadi kecelakaan itu pasti ada. Ketika hutan-hutan ini digunakan untuk kegiatan ekonomi, ini juga harus siap safetynya,” tuturnya.

Ikfina mengatakan, masih banyak lagi manfaat dari pelatihan vertikal dan jungle rescue selain untuk di hutan dan tebing. Ia pun menyinggung fungsi vertikal rescue yang bisa diterapkan oleh personil pemadam kebakaran.

“Vertikal rescue ini contohnya, tidak harus di hutan, di tebing. Tetapi jika terjadi kebakaran di gedung tinggi misalnya, itu juga akan digunakan teman-teman damkar untuk melakukan proses pemadaman api, akan diterapkan untuk mengakses ke titik api yang melewati medan gedung tinggi,”

Bupati Ikfina berharap, dengan pelatihan ini, Kabupaten Mojokerto memiliki SDM yang mumpuni dan profesional, sehingga sarana prasarana yang disediakan untuk menunjang operasi vertikal dan jungle rescue bisa dioperasionalkan dengan baik.

“Peningkatan kapasitas ini sangat penting, sebelum kita siapkan sarpras, kita siapkan personilnya, sehingga personilnya bisa mengoperasikan dan menggunakan alat-alat tersebut. Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga punya kewajiban untuk meningkatkan standar keamanan, kita akan mensuport untuk menyediakan sarprasnya,” (jekyridwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *