“Seorang pemimpin perubahan harus memiliki inisiatif, harus siap berkolaborasi dan lakukan inovasi,” ungkapnya.

ASN yang menjadi peserta PKN tersebut, pungkas Khofifah, nantinya bakal menjadi game changer di lingkungan yang dipimpin, maupun daerah masing-masing.

Mas Dhito menuturkan, penghargaan yang diterima menjadi pemecut semangat dalam melakukan inovasi dan membawa ASN di Pemerintah Kabupaten Kediri lebih berkompeten.

“Inovasi kita lakukan untuk meningkatkan kompetensi SDM ASN guna mendukung tugas pengabdian,” tuturnya.

Dengan ASN yang berkompeten tentunya akan memudahkan percepatan pencapaian program kerja sebagaimana visi misi kepala daerah. Dalam kepemimpinannya, untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalitas bagi ASN, Mas Dhito menjalankan program Panjalu Jayati Corporate University (Panji CorpU).

“Corporate University itu mencakup peningkatan kualifikasi, peningkatan kompetensi, kinerja dan disiplin kerja,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, selain bupati Kediri, ada empat kepala daerah lain penerima penghargaan lencana Jer Basuki Mawa Beya Emas. Mereka, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, Bupati Malang Sanusi, Wali Kota Madiun Maidi dan Wali Kota Blitar Santoso. (Hms)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *