Lebih lanjut ia menjelaskan, dengan capaian yang diraih, menjadi motivasi untuk semakin menggali potensi yang ada pada siswa difabel.
“Kedepan kami akan semakin bersemangat menggali potensi anak-anak, agar bisa menyiapkan bibit-bibit atlet untuk kejuaraan-kejuaraan selanjutnya,” imbuhnya.
Sementara Bambang Sugianto, Kepala Sekolah SLB ACD Pertiwi menambahkan, melalui Kejurkot NPCI diharapkan akan mampu meningkatkan kepercayaan diri para siswa difabel.
“Yang sangat dibutuhkan anak- anak difabel adalah kepercayaan diri, sebagai bekal mereka nantinya terjun ke masyarakat. Maka melalui Kejurkot NPCI tersebut bisa menambah kepercayaan diri mereka,” ungkapnya.
Sebagai informasi, untuk pertama kalinya Pemkot Mojokerto menggelar Kejurkot NPCI dalam Pekan Paralympic 2022 sebagai rangkaian Hari Jadi ke-104 Kota Mojokerto. Kejurkot NPCI digelar selama dua hari dari tanggal 28-29 Juni, diikuti 200 atlet difabel dari 10 Kabupaten / Kota di Jawa Timur, dengan 7 Cabor yang dipertandingkan.(jekyridwan)
