“Mas Dhito mengimbau jangan sampai berhenti di penggemukan sapi hidup dan produksi dagingnya saja. Tapi bisa sampai ke penganekaragaman olahan peternakannya, seperti frozen bekunya, bakso, sosis, dan lain sebagainya,” imbuhnya.
Terlebih, akan beroperasinya bandara pada 2023 nanti akan ada kemudahan transportasi untuk pemasaran produk-produk dari peternakan sapi tersebut.
“Apalagi kita akan punya bandara, jadi transportasi dari produk-produk hasil dari peternakan sapi ini akan lebih mudah,” tandas Tutik.
Salah satu penerima manfaat sekaligus Ketua Kelompok Tani Makmur Desa Badal Kecamatan ngadiluwih, Sofarudin mengaku senang dengan adanya program ini.
“Bantuan yang kita dapatkan ini bisa mensejahterakan masyarakat Badal pada khususnya dan masyarakat Ngadiluwih pada umumnya,” ujarnya.
Kelompok peternak sapi di Kabupaten Kediri mendapatkan bantuan 1000 ekor sapi melalui program korporasi sapi dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI.
Pemberian sapi ini diberikan kepada lima kelompok peternak dari empat desa di Kecamatan Ngadiluwih. Pendistribusian sapi bantuan itu dilakukan secara berkala, dimana masing-masing kelompok mendapatkan 200 ekor sapi. (Kominfokabkediri/har)
