“terkait jenasah yang diduga terjangkit virus bukan saja untuk covid-19, mungkin jenasah yang diduga terjangkit HIV ataupun Hepatitis,” jelasnya.

Sementara itu, Moh Toha, Kepala Desa Jarak mengapresiasi kegiatan pelatihan yang diprakarsai LPMD dan kegiatan ini sebagai wujud kerjasama yang baik antara pemerintah desa dengan lembaga desa.

“kita pemerintah desa, akan selalu mendukung kegiatan-kegiatan lembaga desa untuk lebih berkembangnya desa jarak ke depan,” ujarnya.

Ditambahkan, kegiatan pelatihan pemulasaraan jenasah terjangkit virus kita bekerjasama dengan UPT Puskesmas Plosoklaten yang didampingi Bidan Desa yang diikuti 65 Peserta dari RT, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama juga para pangruti Layon (orang yang merawat dan menghantarkan jenasah ke peristirahatan terakhir).

“semoga dengan pelatihan pemulasaraan jenasah ini, nantinya akan memberikan bekal dan pengetahuan masyarakat akan bagaimana merawat jenasah yang diduga terjangkit virus menular sehingga tidak menyebar,” tambahnya. (San)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *