Selain kasus stunting, lanjut Ririn, bantuan konsumsi pangan protein hewani ini juga diberikan kepada yatim piatu akibat Covid-19, dan ibu hamil resiko tinggi. “Kita bagikan 1000 paket konsumsi pangan protein hewani,” ujar Ririn.
Menurut Ririn, penerima bantuan ini berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri.
“Ini pembagian yang terakhir. sebelumnya sudah dibagikan di Desa Kemiri, Desa Karang Tengah, Desa Banaran Kecamatan Kandangan, Desa Keling Kecamatan Kepung, Desa Watugede Kecamatan Puncu, Desa Karangtalun, dan Desa Kanigoro Kecamatan Kras,” urainya.
Ririn menambahkan, dengan kegiatan yang juga sosialisasi ini diharapkan masyarakat akan sadar pentingnya konsumsi pangan protein hewani bagi pertumbuhan balita.
Sementara itu, Kepala Desa Jarak Moh Toha mengatakan, Desa Jarak termasuk dalam lotus stunting. Hanya saja kasus stunting di desanya sudah turun dibandingkan dengan 2 tahun yang lalu.
Diketahui, di tahun 2019 ada 438 anak stunting, sedangkan di tahun 2021 ini tinggal 68 anak dengan gejala serupa.
“Angka stunting bisa dikatakan turun drastis dalam waktu 2 tahun ini sesuai data pada sarasehan dan rembug stunting Kecamatan Plosoklaten pada 4 November lalu,” ujarnya.
Ditambahkan, Moh Toha juga mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Kediri atas bantuan yang diberikan juga, juga pada ibu kader-kader Desa Jarak yang telah berusaha menekan angka stunting memberikan sosialisasi akan pentingnya gizi bagi balita juga pendampingan. (san)

