Sementara itu, Desa Jarak Kecamatan Plosoklaten pada tahun 2019 silam, terdata sebanyak 438 anak masih mengalami stunting dengan rata –  rata kondisi fisik lebih pendek dan mengalami kekurangan berat badan. Saat ini ditahun 2021 masih terdapat 68 anak dengan gejala serupa.

“Pertemuan ini dibahas sejumlah solusi yang bisa menurunkan angka stunting. Salah satunya dengan gerakan bersama antara masyarakat dan stakeholder yang terkait, diharapkan dengan pertemuan ini dan ditindaklanjuti dengan terjun bersama ke lapangan  awal tahun 2022 angka stunting sudah tidak ada lagi di Desa Jarak dan Kabupaten Kediri,” kata dr. Dyah Rini, Petugas Puskesmas Plosoklaten

Acara serupa akan terus dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan diberbagai desa yang angka stuntingnya masih diatas rata rata, sampai angka pertumbuhan anak dalam keadaan stunting sudah bisa ditekan.

Sementara itu, Kepala Desa Jarak saat ditemui menuturkan bahwa pihaknya sangat bersyukur dengan perkembangan kasus stunting didesanya mengalami penurunan yang cukup signifikan dalam waktu 2 tahun ini.

“alhamdulilah kasus stunting di desanya menurun, dari data 438 Kasus ditahun 2019, sedangkan untuk tahun 2021 menjadi 68 kasus,” ujarnya.

Lebih lanjut, ditahun kedepannya kasus stunting akan terus menurun, dan pihaknya akan terus melaksanakan sosialisasi kasus stunting dan mendata melalui kegiatan posyandu serta kegiatan penyuluhan pada ibu-ibu hamil yang ada. (san)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *