“Potensinya cukup besar. Kita harus optimis pola mina padi ini bisa dikembangkan dan bisa berhasil dengan baik yang pada akhirnya akan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
lebih lanjut, Mas Dhito menyebut dari budidaya ikan dengan sistem mina padi ini dapat menambah penghasilan petani dari panen ikannya, kurang lebih sebesar Rp19 juta per hektare dengan kepadatan ikan 10-15 ekor per meter.
“Total yang kita lakukan ada sekitar 20 hektare, jadi start yang cukup lumayan untuk tambahan penghasilan para petani,” tandasnya.
Ia mengimbau bagi para petani yang belum mendapatkan program pendampingan budidaya mina padi untuk bersabar mengikuti rangkaian proses yang telah ditetapkan Dinas Perikanan.
“Kepada seluruh petani di Kabupaten Kediri yang ingin mendapatkan program mina padi, tolong ikuti saja kualifikasi atau SOP yang telah ditetapkan,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, Mas Dhito juga menyempatkan mengambil sendiri ikan hasil panen dengan kualitas yang bagus dan ukuran ikan yang besar-besar. Ikan hasil panen itu bukan hanya memberikan penghasilan tambahan, namun juga akan meningkatkan gizi keluarga karena bisa juga untuk dikonsumsi keluarga.(Kominfo/Har)

