“Santunan anak yatim ini kita undang perwakilan sebanyak 10 anak yatim tiap dusunnya. Mengingat, masih masa pandemi, kita juga harus mematuhi prokes,” ujarnya.
Disinggung dengan anggaran, lebih lanjut Badrul Munir mengungkapkan bahwa santunan ini kita ajukan pada pemerintah desa dari dana PAD Desa Jarak dan juga donatur.
“Untuk dana dari PAD desa dan juga para donatur dari perangkat desa, anggota LPMD, BPD,” jelasnya.
Ditambahkan, selain program santunan, LPMD lembaga desa yang bergerak dalam bidang pemberdayaan masyarakat berusaha memberikan inovasi juga program-program pemberdayaan. Dalam waktu dekat, pihaknya juga mengagendakan pelatihan pemulasaraan jenasah yang bekerja sama dengan pihak kesehatan.
Sementara itu, Kepala Desa Jarak Moh. Toha sehabis kegiatan santunan anak yatim menuturkan bahwa santunan ini merupakan salah satu program tahunan desa yang diprakarsai oleh LPMD.
Lebih lanjut, Moh Toha menjelaskan bahwa dengan santunan ini merupakan salah satu sinergitas pemerintah desa bersama lembaga desa yang ada.
“Dengan kebersamaan diharapkan akan menjadikan desa yang lebih baik dari tahun ke tahunnya,” terangnya.
Masih menurut Kades Jarak, semoga dengan santunan ini bisa bermanfaat bagi warga kita yang masih membutuhkan dan menjadikan percontohan bagi kegiatan sosial lainnya, harapnya. (San)
1 2
