Kediri,RadarTimur.Net
Pandemi covid-19 berdampak dalam keuangan, baik pemerintah pusat sampai pemerintah desa dengan banyaknya refocusing anggaran. salah satunya DD untuk ketahanan pangan dan hewani sebesar 20%, untuk itu, pemerintah Desa Klanderan dialokasikan untuk irigasi pertanian.

Kepala Desa Klanderan, Kartiono melalui Kaur Perencanaan Agus Supriono menuturkan untuk tahun anggaran 2022 kegiatan pembangunan kita fokuskan untuk saluran irigasi pertanian di 4 titik.
“fisik kita fokuskan untuk saluran irigasi sesuai dengan Perpres 104 tahun 2021 diprioritaskan untuk ketahanan pangan dan hewani,” ujarnya.
lanjut Agus, untuk tahap pertama kita realisasikan 3 titik diantaranya rabat drainase sawah Siponan, talud sendang Tirto kajar, dan drainase bok blending.
“adapun volume kegiatan pembangunan fisik, Rabat drainase Sawah Siponan kebarat sepanjang 290 m x 0.7 x 0.10 meter, Talud Sendang Tirto Kajar dengan volume 60 m x 1.3m x 0.34 meter, dan drainase Bok Blending dengan volume 124 m x 0.10×0.19 meter,” ujar Agus.
