Ngawi, RadarTimur.Net– Pemerintah Desa (Pemdes) Manisharjo, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, menggelar ujian seleksi perangkat desa sebagai upaya meningkatkan kualitas dan profesionalisme aparatur desa serta optimalisasi pelayanan kepada masyarakat, Senin, (22/6/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Panitia Pelaksana Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa tersebut berlangsung di MAN 4 Ngawi dan diikuti sembilan peserta yang memperebutkan dua formasi jabatan.
Formasi Kepala Dusun (Kasun) Bombongan diikuti empat peserta, sedangkan formasi Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan diikuti lima peserta.
Ketua Panitia Pelaksana Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa, Harsono, SH, menjelaskan bahwa seluruh peserta telah melalui berbagai tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Hari ini mereka memasuki tahapan akhir, yakni ujian tertulis dan ujian komputer,” ujarnya.
Baca Juga :BPK Temukan Kejanggalan Penganggaran Belanja Daerah Kabupaten Sidoarjo, Nilainya Capai Rp2,24 Miliar
Menurut Harsono, proses seleksi dilaksanakan dengan pengawasan ketat dari Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Ngrambe guna menjamin objektivitas dan transparansi pelaksanaan ujian.
“Kami berupaya agar pelaksanaan ujian benar-benar transparan dan sesuai aturan yang berlaku,” tambahnya.
Berdasarkan hasil seleksi, peserta dengan nilai tertinggi untuk masing-masing formasi adalah Alim Husaini pada formasi Kasi Pelayanan dengan nilai 88 dan skor akhir 61,6, serta Andre Figur Santoso pada formasi Kasun Bombongan dengan total nilai 87.
Hasil ujian tersebut selanjutnya telah disampaikan kepada Kepala Desa Manisharjo untuk diproses sesuai mekanisme yang berlaku.
Sementara itu, Kepala Desa Manisharjo, Wijianto, menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilaksanakan sesuai regulasi dengan pengawasan langsung dari Forkopimcam Ngrambe.
Ia mengatakan, pelaksanaan ujian seleksi perangkat desa merupakan bagian dari proses pengisian jabatan yang kosong guna memperoleh aparatur desa yang kompeten, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Pelaksanaan ujian berlangsung dengan tertib, lancar, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.
Wijianto juga menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara yang telah mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan dengan baik. Ia menekankan pentingnya penerapan prinsip transparansi, objektivitas, dan akuntabilitas dalam setiap tahapan seleksi.
“Melalui proses seleksi yang jujur dan profesional, diharapkan akan terpilih perangkat desa yang benar-benar memiliki kemampuan dan dedikasi dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan serta pembangunan desa,” ujarnya.
Dengan dilaksanakannya ujian seleksi tersebut, Pemdes Manisharjo berharap kekosongan jabatan perangkat desa dapat segera terisi sehingga roda pemerintahan desa berjalan lebih optimal dan pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat.
(Adv/Bd)










