Beranda / Pemerintahan / Usut Dugaan Guru Cabul, Aliansi Pemuda Bersatu Geruduk Kantor Cabang Dinas Pendidikan Jatim di Kediri

Usut Dugaan Guru Cabul, Aliansi Pemuda Bersatu Geruduk Kantor Cabang Dinas Pendidikan Jatim di Kediri

Kediri, RadarTimur.Net – Aliansi Pemuda Bersatu menggelar aksi damai di depan Kantor Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Provinsi Jawa Timur Wilayah Kediri, Senin (29/6/2026).
Massa mendesak pengusutan tuntas dugaan kasus pencabulan yang melibatkan oknum guru serta meminta adanya pembenahan sistem perlindungan anak di lingkungan pendidikan.

Aksi yang berlangsung di kantor Cabdin Pendidikan Jatim di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kelurahan Mojoroto, Kota Kediri, dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan berakhir pukul 13.00 WIB.

Demonstrasi dipimpin oleh Agung Setiawan Rifai selaku koordinator lapangan (Korlap) dengan melibatkan sekitar 10 peserta aksi.

Setibanya di lokasi, massa membentangkan dan menempelkan sejumlah banner di pagar kantor Cabdin. Beberapa di antaranya bertuliskan tuntutan agar kepala sekolah dicopot karena dinilai gagal memberikan rasa aman kepada siswa, mendesak hukuman berat bagi pelaku, serta menyerukan pemberantasan predator seksual di lingkungan sekolah.

Dalam aksi tersebut, Aliansi Pemuda Bersatu menyampaikan lima tuntutan utama, yakni:

  1. Mengusut tuntas dugaan pencabulan yang dilakukan oknum guru.

  2. Meminta komitmen pemerintah daerah untuk membenahi sistem keamanan di lingkungan pendidikan.

  3. Mendorong penandatanganan komitmen bersama guna mengawal pengungkapan kasus serta memberikan pendampingan kepada para korban.

  4. Mendukung aparat penegak hukum menuntut pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

  5. Mendesak pencopotan kepala sekolah sebagai bentuk tanggung jawab moral dan administratif apabila terbukti terjadi kelalaian dalam pengawasan.

Dalam orasinya, Agung Setiawan Rifai menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap perlindungan anak dan upaya mendorong penegakan hukum secara transparan.

“Kami hadir untuk menuntut keadilan bagi anak-anak yang menjadi korban. Sekolah harus menjadi tempat yang aman, bukan tempat terjadinya kekerasan maupun pelecehan,” tegas Agung dalam orasinya.

Selain mendesak proses hukum berjalan cepat dan transparan, massa juga meminta pemerintah memberikan pendampingan psikologis, layanan kesehatan, serta perlindungan identitas bagi korban dan keluarganya.

Aliansi juga mengusulkan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan di sekolah, termasuk pelaksanaan pemeriksaan latar belakang (background check) dan tes psikologi secara berkala bagi tenaga pendidik, serta pelatihan perlindungan anak bagi seluruh kepala sekolah.

Sekitar pukul 11.20 WIB, massa sempat memasuki halaman Kantor Cabdin Pendidikan. Namun hingga aksi berakhir, tidak ada perwakilan pejabat Cabdin yang menemui maupun menerima aspirasi peserta aksi secara langsung.

Merasa tuntutannya belum mendapat respons, massa kemudian melanjutkan aksi pengawalan kasus ke wilayah Kabupaten Kediri. Mereka juga menyatakan akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tuntutan tersebut tidak segera ditindaklanjuti.

Berdasarkan pantauan di lapangan, aksi berlangsung tertib, aman, dan mendapat pengawalan dari aparat kepolisian.

Reporter: Taufik Hidayat

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *