Beranda / Pemerintahan / Curi Perhatian Pusat, Mbak Cicha Dampingi Menteri PPPA Kunjungi P2L Desa Tertek

Curi Perhatian Pusat, Mbak Cicha Dampingi Menteri PPPA Kunjungi P2L Desa Tertek

Kediri, RadarTimur.Net – Kawasan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Jalan Stroberi, Dusun Jombangan, RT 01/RW 09, Desa Tertek, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri berhasil mencuri perhatian pemerintah pusat.

Kawasan yang telah berkembang selama belasan tahun itu menjadi contoh keberhasilan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga sekaligus penopang ekonomi warga.

Ketertarikan tersebut membawa Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Choiri Fauzi, melakukan kunjungan langsung ke lokasi pada Minggu (21/6) sore.

Dalam kunjungan itu, Menteri Arifah didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito atau Mbak Cicha serta Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa.

Di kawasan P2L, Menteri Arifah meninjau beragam tanaman pangan organik yang ditanam di pekarangan warga. Selain memenuhi kebutuhan sayuran, masyarakat juga membudidayakan ikan dan ayam sebagai sumber protein. Menariknya, pakan ternak diproduksi secara mandiri melalui budidaya maggot.

Baca Juga :Rapat Koordinasi Pencegahan Kecurangan Program JKN Digelar di Kabupaten Malang

“Dua hari yang lalu saya ke Kota Tasik hadir di sebuah desa namanya Desa Cikalang, sama seperti ini, tapi ini lebih komplet karena tanamannya juga lebih variatif,” ujar Arifah.

Menurutnya, konsep yang diterapkan warga Desa Tertek tidak hanya mendukung ketahanan pangan keluarga, tetapi juga sejalan dengan upaya percepatan penurunan stunting. Ia menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari tingginya partisipasi dan kesadaran masyarakat.

Arifah juga mengapresiasi berbagai program pemberdayaan yang dijalankan Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri, salah satunya Kemping Asik (Kader Pendamping ASI Eksklusif) yang sebelumnya diinisiasi Mbak Cicha. Sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dinilai menjadi kunci berkembangnya kawasan P2L hingga saat ini.

“Ini kalau dicoba di desa lain juga belum tentu semaksimal ini kalau tidak ada upaya dan kesadaran bersama,” ungkapnya.

Ia berharap konsep pemberdayaan masyarakat yang diterapkan di Desa Tertek dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia.

“Sebetulnya ini yang diinginkan Bapak Presiden, jadi setiap desa kuat dari desanya sendiri,” tambahnya.

Baca Juga :Pemdes Manisharjo Gelar Ujian Seleksi Perangkat Desa, Junjung Transparansi dan Profesionalisme

Sementara itu, Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Sinar Gemilang, Ismiati, mengatakan keberadaan P2L membuat anggotanya kini tidak lagi bergantung pada pembelian sayuran dari pasar. Bahkan, antaranggota KWT kerap saling bertukar hasil panen.

Menurutnya, semangat kebersamaan menjadi faktor utama yang membuat kawasan P2L mampu bertahan dan terus berkembang.

“Kuncinya kebersamaan dan kompak. Sayuran di sini selain dikonsumsi sendiri juga dijual,” katanya.

Tak hanya menjual hasil panen dalam bentuk sayuran segar, KWT Sinar Gemilang juga mengembangkan berbagai produk olahan bernilai tambah, seperti peyek, puding, dan jus berbahan bayam brazil. Langkah tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan nilai ekonomi hasil pekarangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Redaksi

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *