Direktur Kerjasama Pendidikan dan Kependudukan BKKBN, Indra Murty Surbakti mengatakan, pelayanan KB, pelayanan informasi dan pelayanan inovatif harus bisa dilakukan Kampung Keluarga Berencana Berkualitas.

” Kriteria agar bisa meraih juara sebagai Kampung KB tingkat nasional ini adalah inovasi pelayanan KB. Salah satu inovasi di Desa Senggreng ini, ya adanya layanan inovasi kependudukan Pecel Tempe Mendoan (Pelayanan Cepat tanpa Meninggalkan Kerjoan).

Ya, nanti kita lihat hasil penilaiannya,” kata Surbakti saat ditemui usai acara kunjungan lapangan.

Tim penilai dari dewan juri melihat Desa Senggreng layak jadi pemenang. Akan tetapi, penilaian juara terbaik nasional ini sangat ketat.

“Untuk desa masuk level calon pemenang memang nilainya bersaing dan ketat, jadi salah satu proses yang kita harus lakukan verifikasi lapangan, seperti yang kami lakukan hari ini di Desa Senggreng,” terangnya.

Pihaknya harus melakukan verifikasi lapangan perlombaan Kampung KB seluruh Indonesia untuk tingkat nasional, dimana verifikasi yang dilakukan ini merupakan tahapan terakhir.

” Ini adalah verifikasi lapangan terakhir dari beberapa tahapan penilaian, ” tandasnya.

Reporter : Estu Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *