Ngawi, RadarTimur.Net — Di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, Pemerintah Desa Majasem, Kecamatan Kendal, tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Salah satu wujudnya adalah renovasi gedung Taman Kanak-Kanak (TK) Dharma Wanita Majasem 3 yang kondisinya dinilai membahayakan.
Renovasi dilakukan karena kondisi atap bangunan yang sudah lapuk akibat usia. Bahkan, beberapa bagian dilaporkan telah jatuh dan berpotensi mengancam keselamatan siswa saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Kepala Desa Majasem, Suhadi Purnomo, menegaskan bahwa perbaikan ini bersifat mendesak dan harus segera ditangani.
“Apalagi yang belajar di sana anak-anak kecil. Sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan, kami upayakan renovasi agar semuanya lebih aman,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa proyek renovasi tersebut sebenarnya belum masuk dalam rencana pembangunan tahun 2026. Namun, pihak desa berupaya mencari solusi melalui anggaran perubahan maupun sumber dana lainnya.
“Ini penting karena menyangkut keselamatan dan berpotensi mengancam jiwa,” tambahnya.
Pantauan di lokasi pada 26 April menunjukkan bahwa proses renovasi sudah mulai berjalan. Para pekerja menyebutkan bahwa meskipun secara kasat mata bangunan terlihat masih utuh, kondisi rangka kayu di bagian atap sudah banyak yang rapuh.
“Kami harus ekstra hati-hati saat membongkar atap karena banyak kayu yang sudah lapuk,” ungkap Pakdi, salah satu pekerja. Ia juga mengingatkan bahwa kondisi tersebut sangat berisiko, terutama saat hujan deras yang dapat memicu keruntuhan bangunan.
“Saya tidak bisa membayangkan kalau tidak segera diperbaiki, akibatnya bisa fatal,” katanya.

Di sisi lain, masyarakat setempat menyambut baik langkah renovasi ini. Mereka menilai perbaikan gedung sekolah sangat penting demi keselamatan dan kenyamanan anak-anak dalam menjalani proses pendidikan.
Langkah cepat Pemdes Majasem ini menjadi bukti bahwa keselamatan dan pendidikan tetap menjadi prioritas utama, meskipun di tengah keterbatasan anggaran.
Reporter budiadv
