Kediri, RadarTimur.Net – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kediri Kota menggelar dua kegiatan edukatif untuk menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas. Kegiatan tersebut meliputi latihan Polisi Cilik (Pocil) dan program Polisi Menyapa yang menyasar pengemudi ojek online, Senin (29/6/2026).
Kegiatan pertama berlangsung di SDS Pawyatan Dhaha Kota Kediri. Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Kediri Kota memberikan pembinaan kepada para anggota Polisi Cilik sebagai persiapan penampilan pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Selain melatih baris-berbaris dan koreografi, para peserta juga dibekali nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, serta pentingnya budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini. Kegiatan tersebut melibatkan pihak sekolah, pelatih, wali murid, dan siswa yang tergabung dalam Polisi Cilik.
Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Tutud Yudho Prastyawan mengatakan pembinaan Polisi Cilik merupakan investasi jangka panjang dalam membentuk generasi yang sadar hukum dan disiplin di jalan raya.
“Polisi Cilik bukan sekadar menampilkan keterampilan baris-berbaris atau koreografi, tetapi juga menjadi media pendidikan karakter. Melalui kegiatan ini kami menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini,” ujarnya.
Usai kegiatan di sekolah, Unit Kamsel melanjutkan program Polisi Menyapa di Jalan Kyai Mojo, Kota Kediri. Dalam kegiatan tersebut, petugas berdialog langsung dengan para pengemudi ojek online sembari memberikan edukasi mengenai pentingnya keselamatan berkendara.
Petugas mengimbau para pengemudi untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan secara lengkap, mengutamakan keselamatan dibanding kecepatan, serta menjaga etika berkendara di jalan.
“Pengemudi ojek online memiliki mobilitas yang sangat tinggi dan menjadi bagian penting dari pelayanan transportasi masyarakat. Karena itu, kami mengajak mereka untuk selalu mengutamakan keselamatan, mematuhi aturan lalu lintas, serta menjadi pelopor keselamatan di jalan raya,” kata AKP Tutud.
Menurutnya, pendekatan humanis melalui dialog langsung dinilai lebih efektif dalam membangun kesadaran masyarakat dibandingkan hanya mengedepankan penindakan.
Baca Juga Tahun Ajaran Baru 2026/2027, Pemkab Kediri Buka Pendaftaran Beasiswa Berdaya Tahap 2
“Kami ingin membangun budaya keselamatan melalui edukasi. Ketika masyarakat memahami bahwa keselamatan adalah kebutuhan, maka kepatuhan terhadap aturan lalu lintas akan tumbuh dari kesadaran, bukan karena takut terhadap sanksi,” jelasnya.
AKP Tutud menambahkan, rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Satlantas Polres Kediri Kota dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) melalui edukasi yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga para pekerja sektor transportasi.
“Kami akan terus memperluas edukasi keselamatan berlalu lintas kepada seluruh elemen masyarakat. Dengan keterlibatan semua pihak, budaya tertib berlalu lintas dapat tumbuh sehingga mampu menekan angka pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas,” tegasnya.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar. Antusiasme peserta Polisi Cilik maupun pengemudi ojek online menunjukkan tingginya respons masyarakat terhadap upaya edukasi yang dilakukan Satlantas Polres Kediri Kota untuk mewujudkan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan.
Redaksi










